Kamis, 30 April 2020


        Beberapa minggu yang lalu, tepatnya pada Senin, 13 April 2020, Afkar Aristoteles Mukhaer menuliskan artikel yang memaparkan sebuah penemuan unik oleh para ilmuan yang dipublikasikan pada Journal of Hymenoptere Research. Mereka berhasil mengidentifikasi seekor lebah yang berkelamin ganda (setengan jantan setengah betina) yang dikenal sebagai gynandromorphy. Kasus ini merupakan kasus pertama pada lebah Megalopta amoena dan kasus kedua pada genus Megalopta (lebah keringat).
           Lebah dalam kasus gynandromorphy memiliki perbedaan secara fisik. Sisi betinanya memiliki antena ke depan, kaki belakang yang lebih besar dan lebih kering, serta memiliki rambut penumpul serbuk sari lebih tebal. Sedangkan pada sisi jantannya memiliki mandibula yang kebih kuat, dan rambut pengumpul serbuk sari yang lebih tipis.
         Fenomena gynandromorphy tidak hanya bisa terjadi pada spesies lebah, melainkan juga bisa pada spesies lain seperti krustasea, ular, maupun burung. Sebelumnya, juga pernah ditemukan kasus ini pada burung finch yang ditemukan oleh para ilmuan pada tahun 2003 yang dipublikasikan oleh Proceedings of National Academy of Science.


Sumber: nationalgeographic.grid.id 

0 komentar:

Posting Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

(Wal 'Ashri) وَالْعَصْرِ - Demi Masa

Translate

Total Visitors

Popular Posting