Selasa, 02 Mei 2017

Apa kalian ingat ada event apakah di bulan ini selain diperingatinya hari Kartini? Ya sehari setelah peringatan hari Kartini tepatnya Sabtu, 22 April 2017 merupakan peringatan hari bumi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, HMPSP Biologi “lumba - lumba” memperingati hari bumi, tetapi berbeda dengan peringatan hari bumi di tahun-tahun sebelumnya. Peringatan hari bumi ini memiliki beberapa serangkaian acara, salah satunya diadakannya acara Bio Art pada tanggal 8 April dimana menunjukkan penampilan yang sudah dibahas pada bahasan sebelumnya yang bisa dicek di LINK berikut. Setelah acara Bio Art, maka sampailah pada acara puncak pada tanggal 22 April, Let’s Go Save Our Green World!


Hari bumi 2017

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia Rif'atul Fitri Supa'at yang diikuti oleh seluruh mahasiswa Pendidikan Biologi angkatan 2015 dan 2016. Setelah acara sambutan, dilanjutkan dengan aksi jalan santai keliling kampus dengan jalur yang dimulai dari gedung III FKIP menuju FE > FISIP > FMIPA > FKM > Masjid Al-Hikmah > kembali ke FKIP. Mahasiswa Pendidikan Biologi berjalan mengelilingi kampus dengan menyuarakan yel-yel peduli lingkungan yang berbunyi “Langkankan kakimu, bulatkan tekadmu, satukan semangat, selamatkan lingkungan, untuk anak cucumu, bersama kami HMP “lumba - lumba”, jaga bumi dengan sepenuh hati, we are Biology”. Sambil berjalan, seluruh mahasiswa membawa kantong kresek yang akan digunakan untuk memungut sampah yang ada dipinggir-pinggir jalan dan disekitar kampus yang untuk nantinya akan dibuang di Tempat Pembuangan Akhir di sekitar kampus. Sesampainya di FKIP, partisipan dibagi menjadi 2 tim, tim yang pertama akan tetap stay di kampus untuk melanjutkan kegiatan dengan agenda pembuatan biopori atau lubang resapan air. Sebelimnya, seluruh mahasiswa berkumpul untuk mendengarkan penyampaian secara singkat mengenai biopori dan bagaimana cara membuat biopori dari pihak GEMAPITA. Setelah itu, dilakukan pembuatan biopori secara simbolis oleh Ketua Umum HMPSP Biologi "lumba - lumba"  Erna Kristiana Dewi dan dilanjutkan dengan pembuatan biopori disekitar gedung III FKIP. Sebanyak 6 biopori yang dipasang, yaitu 2 didepan KWU dan 4 di taman FKIP.


Sorakan yel-yel dan aksi memungut sampah mewarnai giat "J.J.S. keliling kampus Unej" kami dalam menyemarakan hari bumi kali ini

Tim yang stay di kampus melakukan aksi pembuatan biopori yang dibantu oleh beberapa rekan dari Gemapita

Tim yang kedua terdiri atas 16 panitia yang akan berangkat ke desa-desa serta di bantu oleh 4 anggota dari GEMAPITA. Kalian pasti bertanya apa yang kami lakukan di desa tersebut? Ya, seperti yang saya katakan bahwa peringatan hari bumi ini berbeda dengan tahun lalu karena HMPSP Biologi “lumba - lumba” mengadakan kerja sama dengan dinas perhutani untuk mendapatkan bibit untuk nantinya akan di tanam di desa. Desa yang kami pilih yaitu salah satu desa di daerah Tanggul, tepatnya desa Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul, Jember. Sebelumnya sudah ada beberapa panitia yang menuju desa kramat bersama mobil yang mengantarkan bibit-bibit pohon yang akan di tanam, sedangkan panitia yang lain menyusul setelah acara jalan sehat. Perjalanan menuju desa Kramat Sukoharjo sekitar 1 jam lebih, jalan menuju desa dan tempat yang akan di tanami pohon lumayan ekstrim, dimana jalannya masuk dan rusak serta jalan menuju lapangan yang berbatuan dan licin. Sebelum dilakukan penanaman kami bersama sekdes dan beberapa staf desa setempat berkumpul di balai desa untuk melakukan pembukaan acara pagi itu.


Sambutan dari pihak desa di balai desa setempat (atas) serta ratusan pohon yang dibawa dalam mobil yang siap untuk ditanam (bawah)

Pembukaan dilakukan dengan simbolik oleh ketua panitia bersama SekDes dan setelah dilakukan pembukaan acara kami langsung menuju tempat yang akan di tanami, pertama kami menanam pohon di sekitar jalan dimana pada pinggiran jalan tersebut memiliki bagian yang cukup luas untuk ditanami pohon. Yups, kami membawa sekitar 100 bibit pohon, dimana 50 bibit pohon sengon dan 50 bibit pohon sirsak. Setelah menanam beberapa bibit yang di tanam di sekitar pinggiran jalan penanaman di lanjutkan di lapangan desa, dimana lapangan tersebut terletak di area perkebunan tebu dan ada beberapa tanaman jagung. Seperti yang saya katakan bahwa jalanan yang dilalui cukup rusak dan licin, tepatnya itu adalah jalan menuju lapangan. Sisa bibit pohon yang belum ditanam tadi akan di tanam di area lapangan tersebut. Penanaman dilakukan di sekeliling pinggiran lapangan. Meskipun bibit pohon di tanam di beberapa tempat, tetapi masih ada bebrapa pohon yang masih tersisa. Bibit pohon yang tersisa tersebut diberikan kepada SekDes dan beberapa staf desa untuk di bagikan kepada para warga. Setelah penanaman di lapangan, kami semua panitia yang ada di ajak untuk beristirahat dan makan siang di salah satu rumah warga. Kami istirahat dan makan bersama dengan sekdes dan staf desa lainnya. Setelah kami beristirahat dan makan bersama kami langsung kembali ke balai desa. Sesampainya di balai desa, kami sholat dan selanjutnya dilakukan penutupan acara yang dilanjutkan dengan acara foto bersama panitia dan SekDes beserta staf desa lainnya sebagai dokumentasi. Setelah acara penutupan kami semua panitia pamit dan langsung menuju ke kampus kembali.


Tim yang dikirim ke desa (atas) yang mendapat misi untuk menanam pohon di pinggir jalan yang mudah longsor (tengah) dan lapangan yang gersang (bawah)

Acara penanaman di desa Kramat Sukoharjo ini sangatlah menyenangkan karena yang utama ialah karena niatan yang tulus dan ikhlas ingin menjaga lingkungan yang tertanam di masing-masing dada kami,kemudian juga penyambutan yang sangat ramah dari SekDes, staf desa terkait serta para warganya. Setelah penanaman ini kami akan melakukan pemantauan beberapa bulan kemuadian untuk mengecek serta melakukan penyuluhan mengenai cara perawat dan sebagainya. Jadwal pemantauan belum dapat disebutkan karena jadwal masih akan menyusul.


Jalinan hubungan antara keluarga besar Pendidikan Biologi dan aparat desa Kramat Sukoharjo dalam menjaga lingkungan dalam bentuk penanaman pohon

Serangkaian acara yang panjang ini belumlah selesai sampai disitu saja, karena pada hari Ahad, 23 April panitia bersama anggota himpunan HMPSP Biologi “lumba - lumba” mengadakan sosialisasi ditambah dengan pemberian bibit cabai dan terong serta stiker kepada para masyarakat yang sedang melakukan acara CFD di sekitar alun-alun kota Jember. Kami merasa dengan kita mengadakan acara ini kami dapat langsung berinteraksi dengan beberapa masyarakat sekitar Jember dan menyadarkan betapa pentingnya menjaga bumi ini agar tetap hijau dan lestari.


Sosialisasi beserta pemberian bibit dan stiker kepada masyarakat di sekitar alun-alun kota Jember mengenai hari bumi

Pesan author hanya satu, tolong jagalah bumi kita ini karena bumi kita ini hanya ada satu. Kalaupun ada dua saja, apakah kalian akan menghancurkan yang satu kemudian pindah ke planet yang satunya untuk kemudian dihancurkan kembali? Setelah planet kedua hancur, mau kemanakah kalian? Kita berimajinasi seandainya kita dapat melakukan perjalanan antar galaksi untuk mencari rumah baru bagi anak cucu kita di masa yang akan datang dikarenakan bumi kita sudah rusak dan sudah tidak layak huni, apakah hal tersebut tidak membuat mereka menderita karena harus hidup di dalam pesawat ruang angkasa yang notabenenya membatasi ruang lingkup kita bergerak karena di luar sana kita tidak bisa hidup tanpa oksigen?

Please everyone, let’s us reunite our strength to repair our homeland, there is no word of late to act now...

0 komentar:

Posting Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

(Wal 'Ashri) وَالْعَصْرِ - Demi Masa

Translate

Total Visitors

Popular Posting